amelisaanzeli

PENGELOLAAN PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS

PENGELOLAAN PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS

A.PERENCANAAN

Rencana merupakan suatu pola pikir yang sistematis untuk mewujudkan suatu tujuan dengan mengorganisasikan dan mendayagunakan sumber yang tersedia. Jadi yang disebut dengan perencanaan yaitu suatu proses penyusunan rencana yang menggambarkan keinginan untuk mencapai tujuan tertentu melalui suatu kegiatan dengan mengorganisasikan dan mendayagunakan sumber yang tersedia.

Ada beberapa dari bentuk perencanaan yaitu:

1.Perencanaan berdasarkan kurun waktu pelaksanaan

  •  Jangka panjang: alokasi waktu 25 tahun.
  • Jangka menegah: alokasi waktu 5 tahun.
  • Jangka pendek: disusun untuk kegiatan tahunan.

  Upaya kegiatan komunitas di Indonesia merupakan bagian pembangunan kesehatan. Oleh

  karena itu perencanaan kebidanan komunitas mengikuti pada perencanaan pembangunan

  tersebut.

2.Perencanaan berdasarkan wilayah

  • Rencana pembangunan nasional (pusat)
  •  Rencana pembangunan daerah

Seperti: propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa.

3.Perencanaan berdasarkan program

  • Rencana pembangunan kesehatan keluarga
  •  Rencana penyuluhan kesehatan
  • Rencana pembangunan puskesmas

Adanya proses penyusunan rencana yaitu:

a.Menentukan tujuan

Menentukan tujuan berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi. Bila masalah yang ditemkan tersebut banyak, maka bentuk-bentuk dari prioritasnya masalahnya berdasarkan:

  • Berdasarkan besar nya masalah
  • Berdasarkan luasnya masalah
  • Berdasarkan dampak masalah
  • Berdasarkan besarnya akibat masalah
  • Brdasarkan tingkat kemudahan dalam mengatasinya

Untuk mendukung pencapaian tujuan perlu identifikasi tentang kondisi lingkungan yang mempengaruhi kesehatan dan untuk menentukan tujuan suatu rencana dan strategi pelaksanaannya perlu dipertimbangkan, sehingga:

  • Kekuatan ang dimiliki (Srength)
  • Peluang (Opportunity)
  • Kelemahan (Wrshness)
  • Ancaman (Threat)

 Didalam suatu perencanaan memiliki tujuan untuk menunjukkan keadaan yang akan dicapai, yaitu: keadaan yang akan dicapai harus jelas dan dapat diukur baik kuantitas maupun kualitas. Dalam tujuan suatu perencanaan sebaiknya dinyatakan jangka waktu, kondisi dan tempat kegiatan.

b.Menentukan strategi

Strategi pelaksanaan rencana biasanya diungkapkan dalam kebijaksanaan dan langkah-langkah pelaksanaan kebijaksanaan merupakan dasar dari pelaksanaan kegiatan. Contohnya dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan ibu dan anak di desa A, kebijaksanaan yang ditetapkan adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak diarahkan pada upaya peningkatan sumber daya manusia, hal ini dituangkan dalam undang-undang no. 23 th 1992, hal tersebut disusun dalam langkah-langkah pelaksanaannya.

c.Menentukan kegiatan

Berdasarkan kegiatan pokok disusun program lebih rinci yang mencakup aktifitas-aktifitas, dilakukan dengan target yang akan dicapai. Rencana kegiatan secara rinci mencakup latar belakang disusunnya rencana. Tujuan yang akan dicapai:

  • Kegiatan yang akan dilakukan
  • Tempat pelaksanaan
  • Waktu dan penjadwalan pelaksanaan
  • Pelaksana yang bertanggung jawab

d.Menentukan sumber daya

Menentukan sumber daya yang dimaksud adalah tenaga, sarana, fasilitas, dana, manajemen serta informasi.

B. PENGORGANISASIAN

Kebidanan komunitas merupakan bagian kesehatan komunitas. Setiap kegiatan pokok yang diarahkan kepada ibu dan anak dalam kaitan dengan kehamilan dan persalinan, keluarga berencana, serta anak balita merupakan kegiatan terpadu di dalam kebidanan komunitas. Yang termasuk pengorganisasian adalah Puskesmas, Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) tempat kebidanan komunitas dilaksanakan di seksi 7 dan 8 (pembinaan kesejahteraan keluarga dan kesehatan, kependudukan dan KB) dengan bidan menjadi anggotanya.

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan kegiatan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggeraknya. Kelompok dasawisma (kelompok ibu berasal dari sepuluh rumah yang bertetangga) yang dibentuk melalui kegiatan PKK.

Pengorganisasian berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan sesuatu rencana sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan.

Pengaturan sejumlah personil yang dimiliki untuk memungkinkan tercapainya suatu tujuan yang telah disepakati dengan jalan mengalokasikan masing-masing fungsi dan tanggung jawabnya.

Hal-hal yang diorganisasikan:

a.Kegiatan yang merupakan pengaturan berbagai kegiatan yang ada ada dalam rencana sedemikian rupa sehingga terbentuk satu kesatuan terpadu, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b.Tenaga pelaksana mencakup pengaturan struktur organisasi, susunan personalia serta hak dan wewenang dari setiap tenaga pelaksana, sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan ada pennggung jawabnya.

Proses pengorganisasian, menyangkut pelaksanaan langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga semua kegiatan yang akan dilaksanakan serta tenaga pelaksanaan yang dibutuhkan, mendapatkan pengaturan yang sebaiknya-baiknya, serta setiap kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut memiliki penanggung jawab pelaksanaannya.

Hasil pengorganisasian:

  • Terbentuklah suatu wadah (ENTITY), yang pad dasarnya merupakan perpaduan antara  

     kegiatan yang akan dilaksanakan serta tenaga pelaksana yang dibutuhkan untuk

     melaksanakan kegiatan tersebut.

  • Wadah yang terbentuk ini di kenal dengan nama ORGANISASI.

Kebidanan komunitas merupakan bagian dari kesehatan komunitas. Kegiatan kebidanan komunitas  ditentukan, diatur dan dilaksanakan bersama dengan upaya kesehatan komunitas. Dari segi kebijaksanaan pembangunan kesehatan, kegiatan komunitas termasuk didalam upaya kesehatan keluarga. Sistem pemerintahan Indonesia merupakan daerah otonomi yaitu daerah Tingkat I, Tingkat II (Dinas Kesehatan Tingkat I dan II)  yaitu unit-unit pelayanan yang melaksanakan pelayanan Kesehatan ibu anak dan keluarga berencana dilaksanakan di puskesmas, pustu, polindes dan posyandu.

  C. PELKSANAAN/ ACTUATING

Pelaksanaan atau actuating merupakan setelah perencanaan dan pengorganisasian maka perlu mewujudkan perencanaan tersebut dengan menggunakan organisasi yang terbentuk berarti ini merupakan rencana tersebut dilaksanakan (IMPLEMENTATING) atau diaktuasikan (actuating).

Kata lain dari direction (bimbingan) sebagai gerak pelaksanaan. Pelaksanaan atau actuating berfungsi penciptaan kerja sama antara anggota kelompok serta pada pengarahan semangat kerja, tekad dan kemampuan keseluruhan anggota untuk tercapainya tujuan bersama. Pelaksanaan atau actuating merupakan usaha untuk menjadikan keseluruhan anggta untuk ikut bertekad dan berupaya dalam rangka mewujudkan tujuan kelompok.

Untuk melaksanakan prgram kesehatan, seorang pemimpin harus mampu mengarahkan, mengawasi dan mensupervisi bawahannya. Untuk itu perlu menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan, yaitu motivasi, komunikasi, kepemimpinan, pengarahan,pengawasan, supervisi.

Program dilakukan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan dengan menjabarkan program atau kegiatan lebih rinci mencakup waktu, tempat pelaksanaan kegiatan, pengawasan, pengendalian, supervisi, bimbingan, dan konsultasi yang dilaksanakan di dalam pelaksanaan.

 D.MONITORING DAN EVALUASI

 Register kohort adalah sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita.

JENIS REGISTER KOHORT
1. Register kohort ibu

Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan bersalin, serta keadaan/resiko yang dipunyai ibu yang di organisir sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader dan dukun bayi diwilayahnya setiap bulan yang mana informasi pada saat ini lebih difokuskan pada kesehatar ibu dan bayi baru lahir tanpa adanya duplikasi informasi.

2. Register kohort bayi
Merupakan sumber data pelayanan kesehatanbayi, termasuk neonatal.

3. Register kohort balita

Merupakan sumber data pelayanan kesehatan balita, umur 12 bulan sampai dengan 5tahun,Pendataan suatu masyarakat yang baik bilamana dilakukan oleh komponen yang merupakan bagian dari komunitas masyarakat bersangkutan, karena merekalah yang paling dekat dan mengetahui situasi serta keadaan dari masyarakat tersebut. Sumber daya masyarakat itu adaIah Kader dan dukun bayi serta Tokoh masyarakat.

Cara pengisian register KOHORT
1. Diisi nomer urut
2. Diisi nomer indeks dari famili folder
3. Diisi nama ibu hamil
4. Diisi nama suami ibu hamil
5. Diisi alamat ibu hamil
6. Diisi umur ibu hamil
7. Diisi umur kehamilan pada kunjungan pertama dalam minggu/tanggal HPL
8. Faktor resiko : diisi v ( rumput) untuk umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
9. Paritas diisi Gravidanya
10. Diisi bila jarak kahamilan < 2 tahun 11.

CARA PENGISIAN REGISTER KOHORT BAYI
1. Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disesuaikan dengan nornor urut ibu pada register               kohort ibu.
2. Disi nomor indeks dari Family Folder
3. sd 7 jelas
4. Diisi angka berat bayi lahir dalam gram sd 10 diisi tanggal pemeriksaan neonatal oleh tenaga kesehatan
5. Diisi tanggal pemeriksaan post neonatal oleh petugas kesehatan
6. sd 23 Diisi hasil penimbangan bayi dalam kg dan rambu gizi yaitu : N = naik, T = turun, R = Bawah garis titik¬ – titik (BGT), BGM = Bawah garis merah. sd 35 Diisi tanggal bayi tersebut mendapat immunisasi36. Diisi tanggal bayi ditemukan meninggal.37. Diisi penyebab kematian bayi tersebut
38. Diisi bila bayi pindah atau ada kolom yang perlu keterangan.

F. CARA PENGISIAN REGISTER KOHORT BALITA
Kolom
1. Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disestiaikan dengan nomor urut ibll pada register kohort ibu
2. Disi nomor indeks dari Family Folder
3. sd 7 jelas
8. sd 31 dibagi 2, diisi hasil penimbangan dalam kg dan rambu gizi 32 sd 35 diisi tanggal pcmberian vit A bulan februari dan Agustus
36. Diisi tanggal bila ditemkan sakit
37. Diisi penyebab sakit
38. Diisi tanngal meninggal
39. Diisi sebab meninggal
40. Diisi tanggal bila ditemukan kelainan tumbuh kembang
41. Diisi jenis kelainan tumbuh kembang.
42. Diisi bila ada kcterangan penting tentang balita tersebut.

E.PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pencatatan dan pelaporan merupakan dokumentasi yang dapat dijadikan bukti atas pelaksanaan suatu kegiatan atau program. Pencatatan merupakan kegiatan atau proses pendokumentasian suatu aktivitas dalam bentuk tulisan. Bentuk pencatatannya dapat berupa tulisan di atas kertas (terbanyak), disket, dan lain-lain dengan ilustrasi tulisan, grafik, gambar atau suara.

Manfaat pencatatan:

1.Memberikan informasi tentang suatu keadaan, masalah, atau kegiatan.

2.Sebagai bahan proses belajar mengajar.

3.Sebagai bahan pertanggung jawaban.

4.Sebagai bahan pembuatan laporan.

5.Untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

6.Sebagai bukti hukum.

7.Sebagai alat komunikasi (penyampaian pesan).

8.Sebagai alat untuk meningatkan suatu kegiatan atau peristiwa khusus.

9.Sebagai bahan penelitian.

Bentuk pencatatan:

1.Berdasarkan isi

Ø Catatan tradisional yaitu apa yang didengar dan dilakukan oleh sipencatat (catatan harian).

Ø Catatan sistematik yaitu menggunakan format.

Ø Identitas pasien, keluhan utama, pemeriksaan fisik, rencana dan tindakan, catatan perkembangan atau status pasien.

2.Berdasarkan sasaran

Ø Catatan indivdu seperti catatan ibu, bayi, anak balita.

Ø Catatan keluarga seperti identitas keluarga, masalah keluarga, kunjungan rumah.

Ø Catatan masyarakat seperti dalam kegiatan survei komuniti, bagian keadaan dan masalah komuniti, rencana dan langkah yang dilakukan serta hasilnya merupakan dalam kebidanan komuniti lebih diarahkan kepada ibu dan anak.

3.Berdasarkan kegiatan

Ø  Catatan pelayanan kesehatan anak.

Ø  Catatan pelayanan kesehatan ibu.

Ø  Catatan pelayanan kesehatan KB.

Ø  Catatan imunisasi.

Ø  Catatan kunjungan rumah.

Ø  Catatan persalinan.

Ø  Catatan kelainan.

Ø  Catatan kematian ibu dan bayi.

Ø  Catatan rujukan.

4.Berdasarkan proses pelayanan:

Ø Catatan awal/masuk

Ø Catatan pengembangan berisi kemajuan/ perkembangan pelayanan.

Ø Catatan pindah.

Ø Catatan keluar.

Pelaporan merupakan catatan yang memberikan informasi tentang kegiatan tertentu dan hasilnya yang disampingkan ke pihak yang berwenang atau berkaitan.

Manfaat dari pelaporan:

1. Merupakan pertanggungjawaban autentik tentang pelaksanaan kegiatan.

2. Memberikan informasi secara terdokumentasi kepada pihak lain atau terkait.

3. Dapat digunakan sebagai bahan bukti hukum.

4. Dapat digunakan sebagai bahan pelayanan.

5. Dapat digunakan sebagai penyusunan rencana dan evaluasi.

6. Dapat digunakan sebagai bahan untuk penelitian.

Bentuk dari pelaporan:

1. Latar belakang, tujuan, ruang lingkup (pendahuluan).

2. Isi laporan: perecanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, hasil kegiatan secara nyata, masalah dan hambatan, saran untuk tindak lanjut.

3.Bila perlu rekomendasi: masalah dan saran menyangkut kebijakan.

Jenis laporan dibagi menjadi dua, yaitu laporan insidensial dan laporan berkala. Laporan insidensial adalah laporan kejadian luar biasa atau darurat yang memerlukan pelayanan dan bantuan cepat, sedangkan laporan berkala, misalnya harian, mingguan, bulanan, triwulan, kwartalan, dan tahunan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: